0

Budidaya Tanaman Kedelai

Posted by Unknown on 22.21
Budidaya Tanaman Kedelai


ABSTRAK
            Karya ilmiah yang berjudul Pembudidayaan Tanaman Pangan (Tanaman kedelai) sebagai tanaman utama masyarakat Indonesia ini membahas tentang peranan yang dapat dilakukan setiap orang untuk terus dapat mempertahanankan kesedian tanaman pangan bagi kelangsungan hidup bangsa. Dalam  karya Ilmiah ini juga dibahas masalah-masalah yang kerab terjadi dalam  kegiatan  pembudidayaan tanaman pangan itu, serta cara penyelesaian masalahnya.
Adapun  karya ilmiah ini dibuat untuk memberikan dorongan kepada setiap orang agar  mau  memperhatikan  keberadaan  tanaman kedelai  yang  pada  saat  ini  kurang diperdulikan oleh sebagian orang. Dapat dilihat dari impor  hasil  pertanian ke Indonesia yang semangkin tinggi, namun  pada  kenyataannya tanah Indonesia amatlah subur untuk pertanian.
Setelah melakukan analisis dan penelitian, jelas penulis menemukan masalah-masalah yang menghambat jalannya pembudidayaan tanaman kedelai. Salah satunya adalah kurangnya kesadaran masyarakat untuk tetap mempertahankan tanaman pangan tersebut dengan beralih ke tanaman-tanaman pasar yang memiliki nilai ekonomis tinggi. Belum lagi semangkin kecilnya keinginan sebahagian orang untuk terjun ke dunia pertanian, yang secara tidak langsung akan berdampak bagi kebutuhan setiap orang khususnya masyarakat Indonesia dengan tingkat kebutuhan yang semangkin lama semangkin tinggi.

BAB 1
PENDAHULUAN

Latar Belakang
Tanaman kedelai merupakan salah satu bahan pangan  yang potensial dan menjadi salah satu komoditas penting dalam agrobisnis karena kedelai dapat dikonsumsi langsung dan dapat juga digunakan sebagai bahan baku agroindustri seperti tempe, tahu, tauco, kecap, susu kedelai dan untuk keperluan industri pakan ternak.
Kebutuhan kedelai nasional Indonesia meningkat tiap tahunnya. Pada tahun 1998 konsumsi per kapita baru 9 kg/tahun, kini naik menjadi di atas 10 kg/tahun, sehingga dibnutuhkan produksi kedelai sebanyak 2 juta ton lebih pertahun. Produksi kedelai 2014 hanya 1,5 juta ton, sedangkan kebutuhan nasional 2014 mencapai 2,2 juta ton sehingga defisit kebutuhan kedelai 0,7 juta ton (Suswono, 2012).
Selain kebutuhan kedelai nasional yang kian meningkat, alasan kami memilih bisnis dalam pertanian kedelai adalah berusaha mengatasi krisis kedelai yang sempat melanda Indonesia pada tahun 2012-2013. Krisis kedelai yang terjadi disebabkan karena banyak berkurangnya areal lahan pertanian sehingga produksi kedelai dalam negeri mengalami fluktuatif.
Dalam memenuhi kebutuhan kedelai nasional sekaligus mengatasi problem krisis nasional adalah selain peningkatan dalam pengelolaan (pra-pasca) dan penanaman kedelai kami juga mencoba menggunakan bibit unggul dari bibit hasil mutasi radiasi yang dimana sering disebut bibit iradiasi. Bibit iradiasi yang digunakan adalah bibit varietas kedelai unggul yang dihasilkan oleh BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) yaitu Gamasugen 1 dan Gamasugen 2.
Bibit iradiasi Gamasugen 1 dan Gamasugen 2 ini mempunyai umur panen yang relatif singkat yakni sekitar 66 sampai 68 hari dan produksinya yang tinggi dengan rata-rata 2,4 hingga 2,6 ton per hektar, tahan terhadap penyakit karat daun, tahan penyakit bercak, dan tahan terhadap serangan hama pengerek pucuk. Tidak hanya itu, kandungan protein 37,65 persen untuk Gamasugen 1 dan 37,34 persen untuk Gamasugen 2, serta kandungan lemak 13,2 persen untuk masing-masing varietas.
Selain menggunakan bibit iradiasi kami juga akan mencoba melakukan pengembangan berupa hibridisasi bibit yakni hibridisasi antara bibit unggul Gamasugen (bibit iradiasi) dengan bibit unggul impor. Diharapkan dari hasil persilangan (hibridisasi ) ini, dihasilkan bibit baru yang lebih produktif lagi dari bibit iradiasi.
Dalam memulai bisnis ini, tujuan kami bukan semata hanya untuk memperoleh laba sebanyak-banyaknya tetapi juga kami berharap dengan bisnis ini, kami bisa menyumbang ide sebagai solusi pemenuhan kebutuhan kedelai nasional dan sekaligus solusi mengatasi krisis kedelai nasional.
  
Tujuan
  1. memperoleh keuntungan (laba) sebanyak-banyaknya.
  2. menawarkan solusi untuk memenuhi kebutuhan kedelai nasional dan krisis kedelai nasional dengan menggunakan bibit radiasi dan bibit hasil persilangan (hibrid)
  3. menyosialisasikan pemanfaatan nuklir di bidang pertanian.
  4. menumbuhkan minat kaum muda terjun ke bidang pertanian dan meningkatkan gairah para petani untuk bertani dengan kreatif dan inovatif.


BAB 2
RINGKASAN BISNIS

Gambaran Awal Usaha
Dalam tahap awal, kami akan meminjam dana dari Bank Syari’ah sebagai modal awal kami dalam mendirikan usaha ini. Selanjutnya kami akan menyewa tempat sebagai lokasi usaha kami dan membuat surat izin usahanya. Kami akan menggunakan lahan seluas 2 hektar yang dimana 1 hektar akan ditanam tanaman kedelai dari bibit iradiasi dan 1 hektar yang lainnya ditanam dengan bibit hibrid. Dan kami akan menyewa sebuah rumah kaca untuk memproduksi bibit-bibit yang akan digunakan untuk masa tanam berikutnya. Dalam tahap awal ini kami akan mempekerjakan 4 orang yang sudah terlatih menjalani pelatihan manajemen (penggelolaan) pertanian terlebih dahulu sehingga hasil produksi diharapkan bisa maksimal.

Gambaran Produk dan Penjualan
Produk kami berupa bibit kedelai turunan dari bibit iradiasi dan bibit hibrid dari persilangan bibit iradiasi dan bibit impor. Tidak hanya bibit, kami juga menjual hasil panen kami dari kedua bibit tersebut. Produk-produk kami ada yang kami jual dengan metode on the spot dan juga menggunakan distributor. Untuk metode on the spot, kami akan membangun stand penjualan di dekat lahan pertanian kami sehingga warga sekitar bisa langsung membeli dari tempat kami tanpa perlu susah-susah menghubungi distributor. Dari bibit iradiasi, dalam sekali panen, hasil panen rerata yang kami asumsikan adalah 2.5 ton/ha, sedangkan untuk bibit hibrid, hasil panen reratanya adalah 2.7 ton/ha. Kami menggunakan 10 % dari masing-masing hasil panen untuk dijual sebagai bibit. Dalam 1 tahun kami bisa melakukan 3 kali panen.

Gambaran Persaingan
Perhitungan kami dalam segi persaingan adalah karena metode yang kami tawarkan terbilang sudah masih segar apalagi ditambah dengan inovasi-inovasi yang ada, kami rasa usaha kami ini tetap bisa bersaing dalam pasar.

BAB 3
ANALISIS SWOT

  1. Strenght (Kekuatan)
    • Menggunakan bibit-bibit yang memiliki umur panen yang relatif pendek, hasi panen yang lebih banyak dari bibit-bibit unggul bias, tahan terhadap berbagai hama dan penyakit serta kandungan gizi yang baik.
    • Memiliki 2 cara penjualan, on the spot dan dengan distriibutor
    • Tidak hanya menjual hasil panen tetapi juga menjual bibit unggul.
    • Harga produk yang terjangkau
    • Pengelolaan pertanian secara profesional
    • Dalam setahun bisa 3 kali panen

  1. Weakness (Kelemahan)
    • Masyarakat masih takut/ ragu menggunakan dan mengkonsumsi hasil panen dari bibit iradiasi.
    • Lahan yang digunakan tidak cukup luas.
    • Kurangnya modal untuk mengembangkan usaha menjadi lebih besar (memproduksi tempe, tahu, kecap dll)
    • Tidak menggunakan lahan milik sendiri, melainkan menyewa.

  1. Opportunity (Peluang)
    • Kebutuhan kedelai nasional yang tidak pernah terpenuhi
    • Masyarakat menyukai dan membutuhkan kedelai sebagai bahan pangan
    • Tidak banyak petani yang menggunakan bibit iradiasi dan bibit hibri dalam pertaniannya.

  1. Threat (Ancaman)
    • Harga kedelai di pasaran turun.
    • Terjadi gagal panen
    • Keadaan cuaca yang tidak stabil sehingga produksi menurun.


BAB 4

PENUTUP


Antisipasi Masa Depan

Sebagai wirausahawan yang baik, kami tidak akan berhenti hanya sebagai produsen bibit unggul dan kedelai bahan pangan saja, tetapi kami akan mengembangkan usaha kami ke tahap selanjutnya, yakni mengelola sebagian dari kedelai hasil panen menjadi berbagai macam produk seperti tempe, tahu, kecap, susu kedelai dan lain-lain sehingga usaha yang kami jalani ini tidak terkesan mendatar atau monoton. Kami akan terus mencoba memperbaiki kualitas kinerja dalam pengelolaan pertaniaan kami, agar kualitas produk kami juga meningkat sehingga para konsumen merasa puas atas produk yang kami tawarkan.

Kesimpulan
Menurut kami usaha ini salah satu usaha yang sangat prospektif karena dilihat dari kebutuhan kedelai nasional yang tak kunjung terpenuhi terlebih lagi karena adanya krisis kedelai yang sempat melanda Indonesia, sehinga kami merasa yakin bahwa usaha ini akan maju dan terus berkembang. Melalui usaha ini juga, kami harap dapat menyosialisasikan pemanfaatan nuklir di bidang pertanian serta menyadarkan masyarakat bahwa nuklir tidak hanya bisa digunakan untuk hal-hal yang negatif seperti senjata nuklir dan sejenisnya tetapi nuklir juga mempunyai banyak manfaat yang dimana manfaat-manfaat ini akan sangat berguna untuk mewujudkan kesejahteraan bagi masyarakan itu sendiri.

B.      Saran
1.      Pemerintah maupun dinas pertanian perlu memberikan penyuluhan-penyuluhan kepada masyarakat untuk membudidayakan tanaman kedelai.
2.      Pemerintah perlu melakukan kerjasama dengan para petani baik melalui pengendalian harga bahan pangan maupun memberikan bantuan alat dan bahan pertanian.
3.      Pembudidayaan tanaman kedelai harus terus ditingkatkan guna terwujudnya ketahanan pangan bagi masyarakat Indonesia.

Daftar Pustaka
Sumber: Internet



0 Comments

Posting Komentar

Copyright © 2009 Diah Saraswati's BLOG All rights reserved. Theme by Laptop Geek. | Bloggerized by FalconHive.